Thursday, January 05, 2006

Fungsi Wanita Dalam Rumah Tangga

(Sumber: www.pesantrenonline.com)

Laki-laki yang bekerja dengan susah payah memeras keringat di luar rumah memerlukan seorang istri yang dapat menyenangkan, melegakan, menenangkan, melepaskan rasa penat badan maupun pikiran dan memberikan harapan serta semangat baru untuk menunaikan tugas-tugasnya pada hari-hari berikutnya. Tugas istri semacam ini mustahil dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh wanita karir. Sebab si wanita karir yang sepanjang hari bekerja di luar rumah, juga menghadapi problem dan beban mental yang sangat besar, bahkan mungkin lebih berat dengan apa yang dialami oleh si laki- laki.

Dalam keadaan semacam ini, akhirnya timbul pertanyaan: "Apakah suami yang menghibur istri, ataukah istri yang menghibur suami, ataukah kedua-duanya sibuk dengan kepenatan sendiri, sehingga sama-sama bersikap acuh? Ataukah masing-masing mencari hiburan sendiri-sendiri, atau ke luar rumah bersama-sama mencari hiburan, ataukah sebaiknya mempraktekkan cara hidup kumpul kebo, supaya jika timbul kebosanan tidak menimbulkan tanggung jawab yang lebih berat?

Jika terjadi kehidupan rumah tangga semacam ini, maka baik suami maupun istri akan sama-sama menderita pahit dan getir, dan anak-anak yang tinggal dalam rumah tangga demikian hanya akan menyaksikan kebingungan dan sandiwara yang menyesakkan nafas. Generasi baru Eropa yang hidup di bawah sistem masyarakat yang mendewakan emansipasi dan wanita karir telah mengalami keterasingan, kegelisahan, kekacauan, dan kegoncangan mental. Statistik kemelut kehidupan Barat sendiri menjadi bukti betapa besarnya dampak negatif terhadap kehidupan anak-anak, para suami dan para istri sendiri di tengah masyarakat mereka.

Padahal di dalam hadits-hadits Rasulullah disebutkan mengenai ciri-ciri istri yang shalih, yaitu sebagai berikut:

1. Melegakan hati bila dilihat.

Hal ini tersebut di dalam hadits Ibnu Majah dari sahabat Abu Umamah AI-Bahily. "Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah taqwa kepada Allah, maka tidak ada sesuatu paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shaleh, yaitu; taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, nerima bila diberi janji, dan menjaga kehormatan dirinya dan suaminya, ketika suaminya pergi. " (HR. Ibnu Majah).

2. Dapat diberi amanah.

Hal ini diriwayatkan oleh sahabat Sa' ad bin Abi Waqash bahwa Rasulullah SAW bersabda: Ada tiga macam keberuntungan, yaitu:
1. Istri yang shalihah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.
2. Kuda yang penurut dan cepat larinya sehingga dapat membawa kamu menyusul temen-temanmu.
3. Rumah besar yang banyak didatangi tamu. (HR. Hakim).

3. Memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir.

Hal ini Allah firmankan di dalam QS. 30 : 21, "Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya dan Dia menjadikan rasa cinta dan kasih sayang antara kamu. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) bagi kaum yang berpikir."

4. Membantu memelihara akidah dan ibadah.

Hal ini dinyatakan Rasulullah dalam sabdanya: "Barangsiapa diberi oleh Allah istri yang shalihah, maka sesungguhnya ia telah diberi pertolongan oleh Allah meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah di dalam memelihara separuh lainnya." (HR. Thabrani dan Hakim).

Ketentuan Illahi yang telah menempatkan laki- laki dan wanita pada fungsi masing-masing sesuai dengan fitrahnya, adalah suatu aksioma yang tidak dapat berubah. Segala sesuatu yang ada di alam ini, Allah telah berikan fungsi dan tugas yang bersifat paten. Bumi yang ditakdirkan berputar pada porosnya, begitu pula bulan dan bintang menjadikan segala yang ada di dunia berjalan dengan teratur dan nyaman untuk dihuni. Maka begitu pulalah halnya dengan fungsi dan tugas yang dibebankan kepada laki-laki dan wanita di dunia ini.

Jikalau kita mencoba untuk melanggar aksioma Illahiyah ini. Maka malapetakalah yang akan menjadi hasilnya dan kita harus siap menerima segala akibat kehancurannya. Sebaliknya, kalau kita mentaati secara tuntas apa yang sudah menjadi aksioma Illahiyah ini, maka kesehjateraan, ketenangan, kedamaian, persaudaraan, persatuan dan kenikmatan dunia ini selalu dapat kita rasakan dengan tiada terkirakan. Karena Allah akan Melimpahkan segala rahmat-Nya kepada umat manusia yang mau patuh dan taat kepada ketentuan-Nya. Marilah kita meniti jalan mencapai kebaikan.

Fungsi Wanita Dalam Rumah Tangga

(Sumber: www.pesantrenonline.com)

Laki-laki yang bekerja dengan susah payah memeras keringat di luar rumah memerlukan seorang istri yang dapat menyenangkan, melegakan, menenangkan, melepaskan rasa penat badan maupun pikiran dan memberikan harapan serta semangat baru untuk menunaikan tugas-tugasnya pada hari-hari berikutnya. Tugas istri semacam ini mustahil dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh wanita karir. Sebab si wanita karir yang sepanjang hari bekerja di luar rumah, juga menghadapi problem dan beban mental yang sangat besar, bahkan mungkin lebih berat dengan apa yang dialami oleh si laki- laki.

Dalam keadaan semacam ini, akhirnya timbul pertanyaan: "Apakah suami yang menghibur istri, ataukah istri yang menghibur suami, ataukah kedua-duanya sibuk dengan kepenatan sendiri, sehingga sama-sama bersikap acuh? Ataukah masing-masing mencari hiburan sendiri-sendiri, atau ke luar rumah bersama-sama mencari hiburan, ataukah sebaiknya mempraktekkan cara hidup kumpul kebo, supaya jika timbul kebosanan tidak menimbulkan tanggung jawab yang lebih berat?

Jika terjadi kehidupan rumah tangga semacam ini, maka baik suami maupun istri akan sama-sama menderita pahit dan getir, dan anak-anak yang tinggal dalam rumah tangga demikian hanya akan menyaksikan kebingungan dan sandiwara yang menyesakkan nafas. Generasi baru Eropa yang hidup di bawah sistem masyarakat yang mendewakan emansipasi dan wanita karir telah mengalami keterasingan, kegelisahan, kekacauan, dan kegoncangan mental. Statistik kemelut kehidupan Barat sendiri menjadi bukti betapa besarnya dampak negatif terhadap kehidupan anak-anak, para suami dan para istri sendiri di tengah masyarakat mereka.

Padahal di dalam hadits-hadits Rasulullah disebutkan mengenai ciri-ciri istri yang shalih, yaitu sebagai berikut:

1. Melegakan hati bila dilihat.

Hal ini tersebut di dalam hadits Ibnu Majah dari sahabat Abu Umamah AI-Bahily. "Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah taqwa kepada Allah, maka tidak ada sesuatu paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shaleh, yaitu; taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, nerima bila diberi janji, dan menjaga kehormatan dirinya dan suaminya, ketika suaminya pergi. " (HR. Ibnu Majah).

2. Dapat diberi amanah.

Hal ini diriwayatkan oleh sahabat Sa' ad bin Abi Waqash bahwa Rasulullah SAW bersabda: Ada tiga macam keberuntungan, yaitu:
1. Istri yang shalihah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.
2. Kuda yang penurut dan cepat larinya sehingga dapat membawa kamu menyusul temen-temanmu.
3. Rumah besar yang banyak didatangi tamu. (HR. Hakim).

3. Memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir.

Hal ini Allah firmankan di dalam QS. 30 : 21, "Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya dan Dia menjadikan rasa cinta dan kasih sayang antara kamu. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) bagi kaum yang berpikir."

4. Membantu memelihara akidah dan ibadah.

Hal ini dinyatakan Rasulullah dalam sabdanya: "Barangsiapa diberi oleh Allah istri yang shalihah, maka sesungguhnya ia telah diberi pertolongan oleh Allah meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah di dalam memelihara separuh lainnya." (HR. Thabrani dan Hakim).

Ketentuan Illahi yang telah menempatkan laki- laki dan wanita pada fungsi masing-masing sesuai dengan fitrahnya, adalah suatu aksioma yang tidak dapat berubah. Segala sesuatu yang ada di alam ini, Allah telah berikan fungsi dan tugas yang bersifat paten. Bumi yang ditakdirkan berputar pada porosnya, begitu pula bulan dan bintang menjadikan segala yang ada di dunia berjalan dengan teratur dan nyaman untuk dihuni. Maka begitu pulalah halnya dengan fungsi dan tugas yang dibebankan kepada laki-laki dan wanita di dunia ini.

Jikalau kita mencoba untuk melanggar aksioma Illahiyah ini. Maka malapetakalah yang akan menjadi hasilnya dan kita harus siap menerima segala akibat kehancurannya. Sebaliknya, kalau kita mentaati secara tuntas apa yang sudah menjadi aksioma Illahiyah ini, maka kesehjateraan, ketenangan, kedamaian, persaudaraan, persatuan dan kenikmatan dunia ini selalu dapat kita rasakan dengan tiada terkirakan. Karena Allah akan Melimpahkan segala rahmat-Nya kepada umat manusia yang mau patuh dan taat kepada ketentuan-Nya. Marilah kita meniti jalan mencapai kebaikan.

Saturday, December 17, 2005

Artikel 69

Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya

pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya",

Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan

yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut,

mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah

hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan

memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya

impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang

saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata

dalam hati saya," HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau

inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan

dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan

adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat

memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak

adilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku

tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil

bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih

kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang

pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni;

tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang

sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan

kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang

engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari

seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal

dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di

dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah

seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat

dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya

bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan

kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna.

Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah

Artikel 69

Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya

pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya",

Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan

yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut,

mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah

hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan

memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya

impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang

saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata

dalam hati saya," HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau

inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan

dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan

adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat

memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak

adilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku

tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil

bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih

kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang

pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni;

tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang

sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan

kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang

engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari

seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal

dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di

dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah

seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat

dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya

bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan

kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna.

Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah

Artikel 69

Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya

pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya",

Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan

yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut,

mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah

hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan

memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya

impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang

saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata

dalam hati saya," HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau

inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan

dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan

adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat

memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak

adilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku

tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil

bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih

kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang

pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni;

tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang

sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan

kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang

engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari

seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal

dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di

dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah

seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat

dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya

bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan

kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna.

Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah

Artikel 69

Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya

pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya",

Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan

yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut,

mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah

hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan

memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya

impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang

saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata

dalam hati saya," HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau

inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan

dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan

adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat

memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak

adilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku

tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil

bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih

kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang

pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni;

tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang

sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan

kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang

engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari

seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal

dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di

dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah

seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat

dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya

bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan

kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna.

Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah

Thursday, December 01, 2005

Artikel 68

JANGAN BUNUH HATI ANDA!!

>

> Jika Anda bersedih, maka menangislah. Jika Anda

> bahagia, tersenyumlah. Dan jika Anda teramat

> senang dan gembira, maka tertawalah.

> Jangan paksakan diri anda untuk tidak menangis,

> jangan bungkam mulut Anda untuk tidak tersenyum

> ataupun tertawa. Karena jika anda lakukan, maka Anda

> akan membunuh hati anda secara perlahan. Akibatnya

> hati anda akan kering dan gersang.

>

> Percayalah, pada saat itu Anda tidak akan

> merasakan kebahagiaan. Karena hati Anda telah kering

> dan membatu, bahkan lebih keras dari batu, karena batu

> masih ada yang mengalirkan mata air yang sangat

> bermanfaaat bagi manusia.

>

>

> Disadur dari buku: Refleksi Seorang Dai

Artikel 68

JANGAN BUNUH HATI ANDA!!

>

> Jika Anda bersedih, maka menangislah. Jika Anda

> bahagia, tersenyumlah. Dan jika Anda teramat

> senang dan gembira, maka tertawalah.

> Jangan paksakan diri anda untuk tidak menangis,

> jangan bungkam mulut Anda untuk tidak tersenyum

> ataupun tertawa. Karena jika anda lakukan, maka Anda

> akan membunuh hati anda secara perlahan. Akibatnya

> hati anda akan kering dan gersang.

>

> Percayalah, pada saat itu Anda tidak akan

> merasakan kebahagiaan. Karena hati Anda telah kering

> dan membatu, bahkan lebih keras dari batu, karena batu

> masih ada yang mengalirkan mata air yang sangat

> bermanfaaat bagi manusia.

>

>

> Disadur dari buku: Refleksi Seorang Dai

Artikel 67

Belajar Alquran Untuk Anak-anak

Assalamualaikum

Saya tinggal di Iran dan punya usia anak empat tahun. Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke sekolah hafiz Quran untuk anak2. Setelah masuk…, wah ternyata unik banget metodenya. (Siapa tau bisa dijadikan masukan buat akhwat2 yg berkecimpung di bidang ini.) Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin juz’amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar misalnya, gambar anak lagi cium tangan ibunya, (di rumah, anak disuruh mewarnai gambar itu), lalu guru cerita ttg gambar itu (jadi anak harus baik…dll). Kemudian, si guru ngajarin ayat “wabil waalidaini ihsaana/Al Isra:23” dengan menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu), misalnya, “walidaini”, isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan ayah). Jadi, anak2 mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka belajar membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz’amma.

Suasana kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas, sampai pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik, manis, pintar…dll) dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak, mulai dari gambar tempel, pensil warna, mobil2an, dll. Habis baca doa, anak-anak diajak senam, baru mulai menghapal ayat. Itupun, sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak2 saling berebut memberikan pendapatnya. (Sayang anak saya krn masalah bahasa, cenderung diam, tapi dia menikmati kelasnya). Setelah berhasil menghapal satu ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. Oya, para ibu juga duduk di kelas, bareng2 anak2nya. Kelas itu durasinya 90 menit .

Hasilnya? Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air akan terlalu besar, anak saya akan nyeletuk, “Mama, itu israf (mubazir)!” (Soalnya, gurunya menerangkan makna surat Al A’raf :31 “kuluu washrabuu walaatushrifuu/makanlah dan minumlah, dan jangan israf/berlebih2an). Waktu dia lihat TV ada polisi ngejar2 penjahat, dia nyeletuk “Innal hasanaat tushrifna sayyiaat/ Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan” (Hud:114). Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dgn temannya ttg orang lain, anaknya akan nyeletuk “Mama, ghibah ya?” (soalnya, dia sudah belajar ayat “laa yaghtab ba’dhukum ba’dhaa”/Mujadalah:12). Anak saya (dan anak2 lain, sesuai penuturan ibu2 mereka), ketika sendirian, suka sekali mengulang2 ayat2 itu tanpa perlu disuruh. Ayat2 itu seolah-olah menjadi bagian dari diri mereka. Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung. Tapi, setelah diajarkan ayat ttg jilbab (An-Nur:31), mereka langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan jilbab. Anak saya, ketika ingkar janji (misalnya, janji nggak main lama2, trus ternyata mainnya lama), saya ingatkan ayat “limaa taquuluu maa laa taf’alun” (As-Shaf:2)…dia langsung bilang “Nanti nggak gitu lagi Ma…!” Akibatnya, jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati, ayat itu pula yang keluar dari mulutnya!

Setelah tanya2 ke pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti ini, tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak2 kepada Al Quran. Anak2balita itu di masa depan akan mmpunyai kenangan indah ttg Al Quran. Saya pikir2 benar juga. Saya ingat, dulu waktu kecil pergi ke TPA (Taman Pendidkan Al Quran) di Indonesia, rasanya maless..banget (Kalo nggak dipaksa ortu, nggak jalan deh). Bagi saya, TPA identik dengan beban berat, PR yaang banyak, hapalan bejibun, guru galak, dsb. Pernah saya dengar, di sekolah Kristen anak2 diberi hadiah dan dikatakan kepada mereka bahwa itu dari Yesus. Nah, kenapa kita kaum muslim yang meyakini bahwa agama kitalah yang paling benar, tidak meniru cara ini agar anak2 merasa cinta kepada Allah dan Quran? Bagaimanapun, dunia anak2 adalah dunia materi. Mereka baru bisa mencerap hal2 yang nyata, seperti hadiah (dan belum paham, pahala itu apa). Para orangtua teman sekelas anak saya juga pada cerita bahwa anak2nya malah nangis kalau nggak diajak ke sekolah. Malah, buat anak saya, ancaman tidak diantar ke sekolah adalah ancaman paling ampuh, kalau dia nakal (dia akan langsung nangis, hehehe...mamanya nakal ya?).

Metode pengajaran ayat Quran dengan menggunakan isyarat ini diciptakan oleh seorang ulama bernama Sayyid Thabathabai. Anak beliau yang pertama pada usia 5 tahun di bawah bimbingan beliau sendiri, sudah hapal seluruh juz Al Quran, berikut maknanya, hapal topik2nya (misalnya, ditanyakan, coba sebutkan ayat2 mana saja yg berbicara ttg akhlak kepada orangtua, dia akan menyebut, ayat ini..ini..ini..), dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Al Quran (misalnya ditanya; makanan favoritmu apa, dia akan menjawab “Kuluu mimma fil ardhi halaalan thayyibaa”(Al Baqarah:168). Anak kedua juga memiliki kemampuan sama, tapi sedikit lebih lambat, mungkin usia 6 atau 7 tahun. Keberhasilan anak2 Sayyid Thabathabi itu benar-benar fenomental (bahkan anak pertamanya diberi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ulumul Quran oleh sebuah universitas di Inggris), sehingga sejak itu, gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil benar2 digalakkan di Iran. Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji bersama orangtuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil di bawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran (jumlah ini lebih banyak kalau dihitung juga dengan anak lulusan dari sekolah2 lain). Salah satu tujuan Iran dalam hal ini (kata salah seorang guru) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin memecah-belah umat muslim, yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu beda/ lain daripada yg lain).

Saya pernah diskusi dgn teman saya dosen ITB, dia mengatakan bahwa metode seperti itu merangsang kecerdasan anak karena secara bersamaan anak akan melihat gambar, mendengar suara, melakukan gerakan-gerakan yang selaras dengan ucapan verbal, dll. Sebaliknya, menghapal secara membabi-buta, malah akan membuntukan otak anak. Selain itu, menurut guru di Jamiatul Quran ini, pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang menghapal Quran dengan melalui proses isyarat ini (jadi mulai sejak balita sudah masuk ke sekolah itu) lebih berhasil dibandingkan anak-anak yang masuk ke sana ketika usia SD. Selain itu, menghapal Al Quran lengkap dengan pemahaman atas artinya jauh lebih bagus dan awet (nggak cepat lupa) bila dibandingkan dengan hapal cangkem (mulut).

Nah…segitu dulu pengalaman saya. Mudah2an ada manfaatnya.

Wassalam.

Dikutip dari penuturan Dina Sulaiman kpd Kafemuslimah

********

Artikel 66

Wanita

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka,

hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah

ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s.

tetap merindukan siti hawa.

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri atau puteri. Dijadikan mereka

dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau

lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan

mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.

Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan

begitu rupa oleh mereka. Didiklah mereka dengan panduan dariNya:

JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA, NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR,

JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN, NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA,

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka

kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.

AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU, HATI SERAPUH KACA, KUATKAN

DENGAN IMAN, PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK .

Suburkanlah karena dari situlah nanti merka akan nampak penilaian dan

keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak

jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara atau women

gladiator. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu

kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang

Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki2

wajah: negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain.

Tidak akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita yang lupa hakikat

kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.

Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,

bahkan mereka pula membengkokkan.

LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN YANG

DIRUSAKKAN OLEH LELAKI. SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN

SEPANDAI-PANDAI LELAKI.

Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan. Mereka tidak akan kenal

diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss

telah kehilangan secretary, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami

kehilangan istri dan bapa akan kehilangan puteri.

Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah,

rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap

ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.

Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI

DAHULU KEPADA-NYA. jinakan diri dengan Allah, niscaya jinaklah

segala-galanya dibawah pimpinan kita.

JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH, KALAU PRIBADI BELUM LAGI

SEPERTI SAYIDINA ALI

Artikel 65

Tentang Teman

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu .... Saat dia

telah berjanji padamu, dia mengingkarinya .... Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya ... Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya ... Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya ... Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu ... Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu ... Saat dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya .... Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan ... Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu ... Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ... Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu ??? Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu .... Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan .... sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia .... Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu ..... sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim .... atau mungkin saja dia tidak melihatmu .... Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu .... sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu .... Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya .... sebenarnya sedang mengajarimu untuk ridha menerima takdirNya .... Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu .... sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun .... Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ... sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya .... Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan .... sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan .... Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan ... Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina ... Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu ... Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu ...

Author : Unknown Forward oleh Muslim watashiwa

Artikel 64

Mempelajari Hidup

Seorang anak muda mengunjungi seorang ahli permata dan

menyatakan maksudnya untuk berguru. Ahli permata itu

menolak pada mulanya, karena dia kuatir anak muda itu

tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar.

Anak muda itu memohon dan memohon sehingga akhirnya

ahli permata itu menyetujui permintaannya.

"Datanglah ke sini besok pagi." katanya.

Keesokan harinya, ahli permata itu meletakkan sebuah

batu berlian di atas tangan si anak muda dan

memerintahkan untuk menggenggamnya. Ahli permata itu

meneruskan pekerjaannya dan meninggalkan anak muda itu

sendirian sampai sore.

Hari berikutnya, ahli permata itu kembali menyuruh

anak muda itu menggenggam batu yang sama dan tidak

mengatakan apa pun yang lain sampai sore harinya.

Demikian juga pada hari ketiga, keempat, dan kelima.

Pada hari keenam, anak muda itu tidak tahan lagi dan

bertanya, "Guru, kapan saya akan diajarkan sesuatu?"

Gurunya berhenti sejenak dan menjawab, "Akan tiba

saatnya nanti," dan kembali meneruskan pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian, anak muda itu mulai merasa

frustrasi. Ahli permata itu memanggilnya dan

meletakkan sebuah batu ke tangan pemuda itu. Anak muda

frustrasi itu sebenarnya sudah hendak menumpahkan

semua kekesalannya, tetapi ketika batu itu diletakkan

di atas tangannya, anak muda itu langsung berkata,

"Ini bukan batu yang sama!"

"Lihatlah, kamu sudah belajar," kata gurunya.

Hidup mengajari kita secara diam-diam. Semakin kesal

kita pada hidup ini semakin jauh kita darinya. Tiada

yang lebih baik kita lakukan pada hidup ini selain

menerima apa adanya.

Brian Cavanaugh : The Sower's Seeds

Artikel 63

Dan Biarkan Kuncupnya Mekar Jadi Bunga

(oleh Ust. Anis Matta)

Cinta itu bunga; bunga yang tumbuh mekar dalam taman

hati kita. Taman itu adalah kebenaran. Apa yg dengan

kuat menumbuhkan, mengembangkan,dan memekarkan

bunga-bunga adalah air dan matahari. Air dan matahari

adalah kebaikan. Air memberinya kesejukan dan

ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan.

Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yg bergulir

secara sadar di atas latar wadah perasaan kita.

Maka begitulah seharusnya anda mencintai; menyejukkan,

menenangkan, namun juga menggelorakan. Dan semua makna

itu terangkum dalam kata ini : menghidupkan. Anda

mungkin dekat dengan peristiwa ini ; bagaimana istri

anda melahirkan seorang bayi, lalu merawatnya, dan

menumbuhkannya, mengembangkannya serta menjaganya. Ia

dengan tulus berusaha memberinya kehidupan.

Bila anda ingin mencintai dengan kuat, maka anda harus

mampu memperhatikan dengan baik, menerimanya apa

adanya dengan tulus, lalu berusaha mengembangkannya

semaksimal mungkin, kemudian merawatnya..menjaganya

dengan sabar. Itulah rangkaian kerja besar para

pecinta; pengenalan, penerimaan, pengembangan dan

perawatan.

Apakah anda telah mengenal isteri anda dengan seksama

?

Apakah anda mengetahui dengan baik titik kekuatan dan

kelemahannya ?

Apakah anda mengenal kecenderungan-kecenderungannya ?

Apakah anda mengenal pola-pola ungkapannya; melalui

pemaknaan khusus dalam penggunaan kata, melalui gerak

motorik refleksinya, melalui isyarat rona wajahnya,

melalui tatapannya, melalui sudut matanya?

Apakah anda dapat merasakan getaran jiwanya, saat ia

suka dan saat ia benci, saat ia takut dan begitu

membutuhkan perlindungan ?

Apakah anda dapat melihat gelombang-gelombang

mimpi-mimpinya,harapan-harapannya ?

Sekarang perhatikanlah bagaimana tingkat pengenalan

Rosululloh saw terhadap istrinya, Aisyah. Suatu waktu

beliau berkata, " Wahai Aisyah, aku tahu kapan saatnya

kamu ridha dan kapan saatnya kamu marah padaku. Jika

kamu ridha, maka kamu akan memanggilku dengan sebutan

: Ya Rosulullah ! tapi jika kamu marah padaku, kamu

akan memanggilku dengan sebutan " Ya Muhammad".

Apakah beda antara Rosululloh dan Muhammad kalau toh

obyeknya itu-itu saja ?

Tapi Aisyah telah memberikan pemaknaan khusus ketika

ia menggunakan kata yang satu pada situasi jiwa yang

lain.

Pengenalan yang baik harus disertai penerimaan yang

utuh. Anda harus mampu menerimanya apa adanya. Apa

yang sering menghambat dlm proses penerimaan total itu

adalah pengenalan yang tidak utuh atau "obsesi" yang

berlebihan terhadap fisik.

Anda tidak akan pernah dapat mencintai seseorang

secara kuat dan dalam kecuali jika anda dapat menerima

apa adanya. Dan ini tidak selalu berarti bahwa anda

menyukai kekurangan dan kelemahannya. Ini lebih

berarti bahwa kelemahan dan kekurangan bukanlah

kondisi akhir kepribadiannya, dan selalu ada peluang

untuk berubah dan berkembang. Dengan perasaan itulah

seorang ibu melihat bayinya. Apakah yg ia harap dari

bayi kecil itu ketika ia merawatnya, menjaganya, dan

menumbuhkannya? Apakah ia yakin bahwa kelak anak itu

akan membalas kebaikannya ? Tidak. Semua yg ada dlm

jiwanya adalah keyakinan bahwa bayi ini punya peluang

utk berubah dan berkembang. Dan karenanya ia menyimpan

harapan besar dlm hatinya bahwa kelak hari-hari

jugalah yg akan menjadikan segalanya lebih baik.

Penerimaan positif itulah yang mengantar kita pada

kerja mencintai selanjutnya ; pengembangan.

Pada mulanya seorang wanita adalah kuncup yg tertutup.

Ketika ia memasuki rumah anda, memasuki wilayah

kekuasaan anda, menjadi istri anda, menjadi ibu

anak-anak anda; Andalah yg bertugas membuka kelopak

kuncup itu, meniupnya perlahan, agar ia mekar menjadi

bunga. Andalah yg harus menyirami bunga itu dengan air

kebaikan, membuka semua pintu hati anda baginya, agar

ia dapat menikmati cahaya matahari yg akan memberinya

gelora kehidupan. Hanya dengan kebaikanlah bunga-bunga

cinta bersemi.

Dan ungkapan " Aku Cinta Kamu " boleh jadi akan

kehilangan makna ketika ia dikelilingi perlakuan yang

tidak simpatik dan mengembangkan. Apa yg harus anda

berikan kepada istri anda adalah peluang utk

berkembang, keberanian menyaksikan perkembangannya

tanpa harus merasa superioritas anda terganggu. Ini

tidak berarti anda harus memberi semua yang ia

senangi, tapi berikanlah apa yg ia butuhkan.

Tetapi setiap perkembangan harus tetap berjalan dlm

keseimbangan. Dan inilah fungsi perawatan dari rasa

cinta. Tidak boleh ada perkembangan yang mengganggu

posisi dan komunikasi. Itulah sebabnya terkadang anda

perlu memotong sejumlah yg sudah kepanjangan agar

tetap terlihat serasi dan harmoni. Hidup adalah

simponi yg kita mainkan dengan indah.

Maka, duduklah sejenak bersama dengan istri anda,

tatap matanya lamat-lamat, dengarkan suara batinnya,

getaran nuraninya, dan diam-diam bertanyalah pada diri

sendiri :

Apakah ia telah menjadi lebih baik sejak hidup bersama

dengan anda ?

Mungkinkah suatu saat ia akan mengucapkan puisi Iqbal

tentang gurunya :

DAN NAFAS CINTANYA MENIUP KUNCUPKU...

MAKA IA MEKAR MENJADI BUNGA...

Artikel 62

Gema

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama

ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.

"Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat

terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya

persis sama, "Aduhh!"

Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?"

Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?"

Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru,

"Pengecut kamu!"

Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan

serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?"

Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan."

Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!"

Suara di kejauhan menjawab, "Saya kagum padamu!"

Sekali lagi sang ayah be rteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab,

"Kamu sang juara!"

Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu

sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah GEMA, tapi sesungguhnya itulah

KEHIDUPAN."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata

lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan

kita.

Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya

ciptakan cinta di dalam hatimu.

Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya

kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan

kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan

sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu

Artikel 61

Pentingnya Mengendalikan Emosi

Tahukah Anda? Emosi yang tak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri.

Selain menyebabkan energi Anda terkuras habis, Anda akan dicap tidak kuat

mental

dan tidak dewasa. Makanya, jika Anda digelayuti berbagai masalah, cobalah

jangan

hanyut dalam emosi, kendalikan diri. Lebih baik Anda coba tenangkan diri

dengan menarik nafas dalam-dalam. Dan berpikirlah lebih rileks! Emang nggak

mudah sih, tapi kalau pandai mengelola dan mengendalikan emosi, Anda akan

merasakan manfaatnya loh, apa aja sih..?

Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi umumnya tidak pernah panik

dalam menghadapi situasi apapun. Hal ini tentu cukup mempengaruhi kualitas

kerja

Anda. Orang-orang yang mampu mengendalikan emosi, umumnya bisa menjaga

kualitas

kerjanya dengan baik pula. Sebaliknya, jika Anda bekerja dalam keadaan emosi

yang tidak stabil, membuka peluang bes ar untuk melakukan kesalahan fatal.

Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa pede Anda.

Dengan emosi yang terjaga, Anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan

lebih baik. Dengan demikian Anda yakin apapun yang akan Anda hadapi dapat

Anda selesaikan semaksimal mungkin. Hal ini secara otomatis akan menambah

rasa percaya diri Anda. Dan tentu saja hal ini sangat diperlukan dalam dunia

kerja bukan?

Perlu Anda ketahui, emosi yang berlebihan akan menguras nyaris seluruh

energi Anda, lebih dari kegiatan fisik yang Anda lakukan. Karena emosi

umumnya membuat pikiran Anda meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan

Anda sulit terkendali. Nah emosi yang terkendali lebih menghemat energi Anda.

Sehingga Anda tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari.

Hal yang sangat menguntungkan, jika Anda pandai mengelola dan mengendalikan

emosi, Anda akan lebih sehat baik fisik maupun mental. Coba a ja lihat, orang-

orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit. Selain penyakit

mental seperti stres dan depresi, mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang

cukup berat seperti hipertensi, alergi, maag, migrain, dll. Nah

kalau Anda terlatih mengendalikan emosi, stres dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan Anda. Pikiran dan fisik Anda pun lebih sehat.

Lagipula

kesehatan sangat penting untuk membangun karir bukan?

Dengan segala keuntungan mengendalikan emosi, otomatis akan melancarkan

segala aktivitas Anda. Baik aktivitas pribadi maupun karir.

So, mulai sekarang coba deh belajar mengendalikan Emosi..

Masihkah tetap membenci bila orang yang menjengkelkan itu tengah tertidur lelap?. Mungkin inilah sumber kekuatan seorang ibu tetap mencintai anak-anaknyanya betapa pun si anak telah 'menyakiti' hati sang ibu. Cobalah dengan memperhatikan pasangan anda yang tengah terlelap dalam damai. Semoga anda memperoleh kekuatan darinya untuk tetap mencintainya sepenuh hati. Sekedar renungan Tatapan Penuh Cinta

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.

Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantikdan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedan g tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.

Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu

kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja kerasuntuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu :

Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.

Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecilyang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.

Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata :

"Betapa lelahnya aku hari ini".

Dan penyebab lelah itu?

Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.

Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya

Artikel 60

Mainkan Biola Hidupmu.

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak, "Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dar i lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar" Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

Renungan :

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika memang demikian janganlah melihat ke belakang, majulah terus,mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.

Artikel 59

Usia Pernikahan

Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling

beruntung di muka bumi ini. Bayangkan dari sekian juta wanita di dunia ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya.

Kalau aku persempit, dari sekian banyak wanita di negara ini, di

propinsi ini, di kota ini, di rumah ibuku yang anak perempuannya 3, aku yang paling bungsu yang dipilih untuk jadi isterinya!

Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan .

Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai isterinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku menjadi sholih dan sholihah. Aku memanfaatkan pernikahanku sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga.

Walaupun begitu... hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu. Ada bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan lain-lain. Aku juga

menghadapi yang namanya ketidakcocokan atau selisih paham dengan suamiku, baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham, hampir sepaham, atau apapunlah itu.

> >

> > Tapiku tahu apa yang harus aku lakukan.

Aku mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila suamiku memang benar dan mengakui kesalahan bila aku memang salah. Aku mencoba bertuturkata lembut menegur kesalahan suamiku dan membantunya

memperbaikinya agar ia merubah sikapnya.

> > It's all about compromising...

> >

Namun apalah daya... pada akhirnya, terucap pula kata itu dari bibirsuamiku "kita cerai saja!"... hanya karena sebuah masalah kecil yang tanpa sengaja menjadi besar.

> >

Saat itu seperti kudengar suara petir menggelegar di kepalaku.

Dan hatiku hancur berkeping-keping. Aku menjadi wanita paling pilu

sedunia.

Tak ada yang kupikirkan selain... yah kita memang harus berpisah!

Kuingat kembali pertengkaran-pertengkaran kami sebelumnya... Kita

memangsudah nggak cocok!

Kupikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah aku lakukan namun lebih

sering mengingat kesalahan-kesalahan suamiku. Aku menangis sejadi-jadinya hingga dadaku sesak dan airmataku kering.

Hari itu menjadi hari paling menyedihkan dalam hidupku...

Tak kulihat suamiku di sampingku keesokan paginya. Entah kemana ia.

Tanpa sadar aku, layaknya aktris berakting di sinetron-sinetron, memandangi foto-foto kami dulu dengan berlinang airmata. Ngiris hati ini. Andai saja ada lagu Goodbye dari Air Supply yang mengiringiku, tentu semuanya menjadi scene yang sempurna.

> > >

Sekilas kenangan lama bermunculan di benakku. Aku teringat pertama

kali aku bertemu suamiku, teringat apa yang aku rasakan saat ia melamarku. Aku tersenyum kecil hingga akhirnya tertawa saat mengingat malam pertamaku.

Ha ha ha...

Anak-anakku datang saat melihat ibu mereka ini tertawa, memelukku

tanpatahu apa yang sedang terjadi.

Mereka masih kecil-kecil. Kupandangi mereka satu per satu....

Mereka mirip ayahnya.

Aku jadi teringat saat pertama kali kukatakan padanya bahwa ia akan menjadi ayah.

Hhmmm... Ku lalui hari-hari penuh kekhawatiran bersamanya, menunggu

kelahiran buah cinta kami.

Dengan penuh kasih sayang, suamiku memegang tanganku, mencoba menenangkanku saat sang aNAK baru lahir, walaupun kutahu ia hampir saja pingsan.

Keningku diciumnya saat semuanya berakhir walaupun wajahku penuh keringat saat itu.

Saat kubuka mataku, di sampingku ia duduk menggendong bayi mungil

itu.

> > > Bersamanya, kubeli tiket ke surga...

> > >

"Mi, Ayah mana?" suara anakku mengejutkan lamunanku. Tak sanggup

kumenjawabnya. Hampir saja aku menangis lagi.

Tiba-tiba kulihat sesosok bayangan dari balik dinding. Suamiku

datang. Rupanya tadi malam ia tidur di teras.

Ia melihatku bersama anak-anakku. Mereka berhamburan menyambut

ayahnya,memeluk lututnya karena mereka belum cukup tinggi menggapai bahu ayahnya itu.

Ia membawakan makanan untuk mereka.

Saat anak-anak sibuk dengan makanan itu, ia menghampiriku. Aku

mencoba untuk biasa dan kuajak ia melihat foto-foto lama kami. Bernostalgia. Aku tertawa bersamanya. Mengingat yang telah lewat.

Sesekali ia memandangku lembut. Aku tahu ia sedang berfikir. Namun

aku khawatir ia sedang meyakinkan hatinya untuk benar-benar menceraikan aku dan mengatur kata-kata agar aku dapat menerima keputusannya.

Saat ia diam dan memandangku dalam-dalam, kukatakan padanya bahwa aku

merindukannya sejak tadi malam. Ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia pun merasakan hal yang sama.

Hatiku lega. Kututup album foto itu dan kukatakan padanya bahwa

selain dari semua kekuranganku tentu ada kelebihanku, selain dari semua yang tidak disukainya tentu ada yang disukainya, selain dari semua ketidakcocokan kita tentu ada bagian yang cocok.

"Bila tidak, apa alasan Mas mau menikahi aku dulu? Dan ..

bagaimana mungkin kita bisa bertahan selama ini?"

Ia mencium keningku. Kurasakan air mata mengalir hangat di pipiku.

Tapi bukan air mataku...

> > >

> > > "Allah memang hanya menciptakan kamu untuk Mas... Maafin Mas ya..."

> > >

Kuusap air mata dari pipinya dan ia membaringkan kepalanya di

pangkuanku... "Maafin aku juga ya, Mas..."

Entah apa yang membuatnya berubah pikiran. Aku tak ingin menanyakannya.

Hanya dengan berada di sisiku pagi itu, aku rasa aku tahu jawabannya...

Pernikahan itu bisa berumur panjang bila ada usaha untuk

memanjangkannya dan bisa berumur pendek bila tidak ada yang mau berfikir panjang.

Artikel 58

Jangan bertengkar!

Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, punya Niat untuk nikah.

Bertengkar adalah phenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau

ada seseorang berkata:

"Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !"

Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia

tengah berdusta.

Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk

hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.

> >

Kalau pun harus bertengkar, maka :

> >

> > 1. Kalau bertengkar tidak boleh berbicara bersamaan

Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang bersama2, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata "STOP" ini giliran saya ! Saya harus diam sambil menahan diri.

Sambil menahan senyum saya berkata dalam

hati:

"kamu makin cantik kalau marah,makin energik ..."

Dan dengan diam itupun saya merasa telah membantu pasangan kita , telah memberi jalan agar luapan perasaan hati orang yang kita kasihi dapat tersalurkan.

"duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ...."

> >

Demikian juga kalau pas kena giliran saya marah2, saya menganggap bahwa marah adalah , kotoran di jiwa yang sedang tersinggung , jadi kotoran ini harus segera dibuang agar tak menebar kuman, maka kini giliran dia yang harus bersedia untuk menampung segala kemarahan saya.

> >

> > 2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah

lalu. Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti

terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah.

Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan

terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya.

Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

> >

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah

"ungkapan rindu yang amat dahsyat".

Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu,

awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka ada kata2 yang tidak perlu yang membuat cinta kita jadi mati, & saya jadi makin marah. Padahal kalau cinta kita mati, kita berdua yang akan susah.saat ini saja, kita itdak sedang hidup di minggu lalu, tapi kita ada di hari ini .....

> >

> > 3. Kalau marah jangan bawa bawa keluarga !

> > Saya dengan isteri menikah tidak selama kita sendiri hidup dengan orang tua & keluarga kita sendiri.

> >

> > Saya tidak akan terpancing marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini".

> >

Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak". Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari

ma'afnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..".

Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

> >

> > 4. Kalau marah jangan di depan anak anak !

Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian.

> Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton kita marah2.

> >

Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak

siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu 'kan

bapak saya. Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :

> > * Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!"

> > * Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu

dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada,emang saya ini kuda ????!!!!

> > * Anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya kuda .... terus saya ini apa ?"

> >

> > Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran !" ketika anak

datang,lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata kata kasar kita ???

> >

> > 5. Kalau marah jangan terlalu lama , semakin cepat kita obati luka, semakin cepat baik. Semakin lama kita diamkan sakit hati, maka semakin kronis penyakitnya dan makin lama proses penyembuhannya.

> > 6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan (Hikmah yang ini saya dapat belakangan, ketika baca di koran resensi sebuah film).

Tapi yang jelas memang begitu,

selama ada cinta, bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens"

Ternyata ada yang masih saling setia, walaupun telah saling maki-maki. Ini saja, semoga bermanfa'at,

Artikel 57

MAAFKAN dan LUPAKAN ...

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab,

"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Artikel 56

Raihlah kemenangan tanpa bertempur

Meramalkan kemenangan tidak lebih baik dari pada

ramalan rakyat bukanlah puncak kesempurnaan. Demikian

pula, bukanlah puncak kesempurnaan, kalau anda mearih

kemenangan lewat pertempuran sengit dan seluruh

kekaisaran mengatakan "Bagus Sekali!". Jadi, secara

analogi, mengangkat rambut di musim rontok tidaklah

menandakan kekuatan besar;melihat Matahari dan Bulan,

tidaklah menandakan pendengaran yang tajam.

Di zaman dulu,mereka-mereka yang terampil dalam perang

menaklukkan musuh yang mudah di

taklukkan.Konsekuensinya,seorang ahli perang meraih

kemenangan tanpa menunjukkan sukses militernya yang

cemerlang, dan tanpa meraih reputasi berhikmat atau

jasa keberanian.Ia raih kemenangan-kemenangannya tanpa

membuat kesalahan. Tidak membuat kesalahan itulah yang

memastikan kemenangan, sebab itu berarti ia

menaklukkan musuh yang sudah takluk.

Dengan demikian, seorang komandan yang bijaksana

selalu memastikan agar pasukannya mengambil posisi tak

terkalahkan.Jadi, pasukan yang menang tidak akan

bertempur dengan musuh hingga kemenangannya terjamin;

sementara pasukan yang di takdirkan kalah akan selalu

bertempur dulu, dengan harapan menang karena

kemujuran.Komandan yang terampil dalam perang

meningkatkan pengaruh moralnya dan mematuhi

hukum-hukum serta peraturan-peraturan. Demikianlah, Ia

berkuasa mengendalikan sukses.

Artikel 55

KOPI ASIN

> Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah

> pesta, si gadis

> tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang

> mencoba mengejar si

> gadis. Sedangkan si pria sebetulnya tampil biasa

> saja dan tak ada yang

> begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta

> selesai dia memberanikan

> diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari

minuman

> hangat. Si gadis

> agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu,

si

> gadis mengiyakan

> ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di

> sebuah coffee shop, tapi

> si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana

> hening ini

> berlangsung cukup lama, dan akhirnya si gadis mulai

> merasa tidak nyaman

> dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?".

>

> Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang

> pramusaji, "Bisa minta

> garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar

> memandang dengan heran

> ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah

> merah, tapi tetap saja

> dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan

> meminumnya. Si gadis

> dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya

> hobi seperti ini?" Si

> pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di

> daerah pantai dekat

> laut, saya suka bermain di laut, saya dapat

> merasakan rasanya laut, asin

> dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.

> Dan setiap saya minum

> kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya,

> ingat kampung

> halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya,

> saya kangen kepada

> orang tua saya yang masih tinggal di sana." Begitu

> berkata kalimat

> terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si

> gadis sangat tersentuh

> akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya

> itu. Si gadis

> berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia

> rindu kampung

> halamannya,

> pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan

> rumahnya dan mempunyai

> tanggung jawab terhadap rumahnya.

>

> Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita

> juga tentang kampung

> halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan

> keluarganya. Suasana

> kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan

> yang hangat juga

> akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam

cerita

> mereka berdua.

> Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya

> menemukan bahwa si pria

> itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi

segala

> permintaannya, dia

> sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat

> perduli . betul-betul

> seseorang yang sangat baik. Si gadis hampir saja

> kehilangan seorang

> lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!

>

> Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap

> cerita cinta yang

> indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan

> mereka hidup bahagia

> selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi

> untuk sang pangeran,

> ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu

> bahwa itulah yang

> disukai oleh pangerannya.

>

> Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan

> meninggalkan sebuah surat

> yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon

maafkan

> saya, maafkan kalau

> seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah

> kebohongan yang aku

> katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu

> kita pertama kali

> jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu,

> sebenarnya saya ingin minta

> gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi

> saya untuk merubahnya

> karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman,

> jadi saya maju terus.

> Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata

> menjadi awal komunikasi

> kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama

> ini, tapi saya

> terlalu takut melakukannya, karena saya telah

> berjanji untuk tidak

> membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya

> sekarat, saya tidak

> takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang

> sejujurnya, saya tidak

> suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak

> enak.

>

> Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku

> sejak bertemu denganmu,

> dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk

> segala sesuatu yang saya

> lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan

> terbesar dalam seluruh

> hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya,

> saya tetap ingin

> bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku,

> meskipun saya harus

> meminum kopi asin itu lagi. Air mata si gadis

> betul-betul membuat surat

> itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang

> yang bertanya

> padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si

> gadis pasti menjawab

> dengan yakin, "Rasanya manis !! "

>

> =================

> Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih

> baik dari orang lain,

> tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda

> tentang seseorang itu

> bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti

> kejadian kopi asin tadi.

> Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang

> garam terasa lebih

> manis daripada gula.

> Indah bukan cerita ini?

>

> Terus terang saya termenung setelah membaca cerita

> ini pertama kali,

> Kalau saya jadi pemuda itu, Apakah saya akan terus

> minum kopi asin

> Selama 40 tahun? Ataukah saya akan mencoba

> menjelaskan bahwa Itu adalah

> 'sebuah kecelakaan yang indah' Hidup berkeluarga

> adalah sebuah seni

> hidup yang teramat indah, Nikmatilah dengan

tanggung

> jawab dan rasa

> syukur, Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan

> anda.

>

> Pengalaman saya mengembangkan karir selama ini,

Juga

> dari diskusi dan

> hasil dari Mengamati ratusan teman, bahkan ribuan

> teman, Menunjukan

> bahwa keluarga yang harmonis adalah Salah satu

kunci

> penting suksesnya

> kita dalam Membina karir, usaha dan target apapun,

> "Karena keluargalah

> sebenarnya inti dari

> masa depan".

>

Ø Sumber : Unknown

Artikel 54

SAYAP MERPATI

Bagi para peterbang

anda dikaruniai sayap

ada yang satu sayap

ada yang dua sayap

selebihnya ialah turbulensi penghisap derap angin

sayap yang satu ialah penguat jasmani

sayap yang satu lagi adalah penguat rohani

keseimbangan keduanya akan menciptakan harmoni

kelebihan diantaranya akan menyebabkan disfungsi

kelebihan sayap jasmani bisa menimbulkan lupa diri

memiliki rasa lebih tanpa dibarengi kemampuan mengendalikan

ibarat si raksasa hercules berhati kanak-kanak

maka sinkronisasikan keduanya

agar terjadi harmoni

bukannya disfungsi

salah arah..!!

Artikel 53

Perjalanan Amal

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw memberi nasihat kepada Muadz,

"Sesungguhnya aku menceritakan kepadamu sebuah hadits. Jika kamu memeliharanya, pasti bermanfaat sekali buatmu. Jika kamu mengabaikannya dan tidak memeliharanya maka putuslah hujjahmu kelak di hari kiamat; di hadapan Allah".

Menurut hadist tersebut bahwa sebelum Allah menciptakan bumi dan langit, terlebih dahulu Dia menciptakan tujuh malaikat. Kemudian Allah menciptakan langit yang terdiri dari bagian-bagian atau berlapis-lapis, berjumlah tujuh lapis.

Setiap lapis langit dijaga oleh seorang malaikat. Semuanya tak henti-hentinya mengagungkan kebesaran Allah. Lalu malaikat pembawa dan penjaga amal manusia naik ke langit. Malaikat itu membawa amal kebaikan yang diperbuat oleh seseorang yang dilakukan sejak pagi sampai petang. Sungguh luar biasa. Amal kebaikan itu mengeluarkan cahaya laksana sinar matahari. Tetapi baru saja hendak melewati pintu langit pertama, malaikat penjaga langit itu mencegatnya. "Kembalilah ke bumi. Pukulkan amal ini ke muka pemiliknya. Aku yang memiliki gunjingan. Tuhanku telah menyuruhku agar tidak membiarkan amal orang yang suka menggunjing ini melewati pintu langit yang kujaga ini!". Kata malaikat penjaga pintu langit pertama

Menyusul kemudian malaikat pembawa amal seseorang yang berupa amal-amal shalih. Pada pintu langit pertama berhasil lolos karena malaikat merasa takjub dengan amal shalil yang dibawa itu. Namun pada pintu langit kedua, malaikat pembawa amal itu diberhentikan. "Berhenti! Kembalilah dan pukulkan amal ini ke muka pemiliknya. Sesungguhnya ia beramal baik karena punya tujuan agar mendapatkan harta benda duniawi. Tuhan telah menyuruhku agar tidak membiarkan amal itu lewat. Sesungguhnya pemilik amal ini sombong di depan manusia maupun di setiap majelis", ujar malaikat penjaga pintu langit kedua.

Setelah itu naiklah malaikat membawa amal yang tampak bersinar terang: bercahaya sedekah. Malaikat itu tanpa kesulitan melewati pintu langit pertama dan kedua. Bahkan kedua malaikat penjaga pintu itu takjub dan ikut memuji orang yang mempunyai amal sedekah tersebut. Tapi ketika hendak masuk ke pintu langit ketiga, malaikat penjaganya melarangnya masuk."Berhenti dan kembalilah! Pukulkan amal ini kepada pemiliknya. Aku ini malaikat kesombongan. Tuhan telah menyuruhku agar tidak membiarkan amal yang kaubawa itu melewati pintu ini. Sesungguhnya dia sombong pada manusia dan majelis-majelis", kata malaikat penjaga pintu ketiga.

Ada pula malaikat pembawa amal seseorang yang cahayanya bagaikan bintang berkilauan. Amal itu mengeluarkan suara bertasbih, shalat, haji dan umrah. Malaikat pembawa amal sampai ke pintu langit keempat. "Berhentilah dan pukulkan amal ini ke muka pemiliknya. Pukulkan ke punggung dan perutnya. Aku ini pemilik sifat ujub. Tuhan telah menyuruhku agar tidak mengijinkan amal itu melewati pintu langit keemapt. Sesungguhnya apabila pemilik amal ini berbuatb suatu perbuatan, pasti ia memasukan sifat ujub ke dalam amal perbuatannya" Kata malaikat penjaga pintu langit keempat.

Naik pula malaikat pembawa amal seseorang. Malaikat itu berhasil melewati beberapa pintu. Amal yang dibawanya sangat memukau. Seolah-olah seperti mempelai putri yang hendak diserahkan kepada uaminya. Namun pada pintu langit kelima, malaikat pembawa amal itu dicegat. "Berhenti! Pukulkan amal ini ke muka pemiliknya. Bebankan ke atas pundaknya. Aku adalah malaikat kedengkian. Sesungguhnya pemilik amal ini sangat dengki kepada orang lain. Suka mencaci. Tuhaknku telah menyuruh aku agar tidak membiarkan amalnya lewat di pintu langit kelima ini" kata malaikat penjaga pintu langit kelima.

Masih menurut Rasulullah saw, bahwa menyusul jga malaikat pembawa amal manusia. Malaikat itu melewati pintu langit pertama sampai kelima tanpa rintangan sedikitpun. Tetapi pada pintu langit keenam ia dicegat malaikat yang bertugas menjaganya. "Berhentilah dan pukulkan amal ini kepada wajah pemiliknya. Sesungguhnya sama sekali ia tak mempunyai belas kasihan kepada hamba Allah yang ditimpa cobaan dan kemelaratan. Bahkan ia merasa gembira atas kedukaan orang lain. Aku ini malaikat kasih sayang. Tuhan telah menyuruhku agar tidak membiarkan amal itu melewati pintu langit keenam ini" kata malaikat penjaga pintu langit keenam.

Malaikat pembawa amal seorang hamba yang mengerjakan puasa, shalat, nafkah, zakat, ketekunan ibadah dan wara' naik ke atas. Amal tersebut mengeluarkan suara seperti halilintar, cahayanya seperti matahari dan diiringi oleh 3000 malaikat. Sampai akhirnya tiba di pintu langit ketujuh. "Berhentilah dan pukulkan amal ini ke wajah serta anggota pemiliknya. Tutuplah hatinya dengan amal itu. Sesungguhnya aku akan menghalangi setiap amal yang tidak dikehendaki Allah. Dengan amalnya, orang tersebut menghendaki pahala dari selain Allah. Ia berharap ketinggian derajat dan kedudukan di sisi para ulama fikih, menghendaki sebutan dari para ulama dan ketenaran nama di kota-kota. Tuhan telah menyuruhku agar tidak membiarkan amal itu lolos dari pintu langit ketujuh ini. Setiap amal yang tidak dikehendaki Allah secara ikhlas, maka termasuk riya,. Allah tidak akan menerima amal dari orang riya'", kata malaikat penjaga pintu langit ketujuh.

Menyusul malaikat naik ke langit, membawa amal yang sangat bagus. Amal itu berupa amalan shalat, zakat, puasa, haji, umrah, budi pekerti yang bagus, diam dan dzikir kepada Allah. Malaikat di langit sama-sama mengantarkannya. Setiap pintu penghalang berhasil dilaluinya dan sampailah ke Arsy. Ke

hadapan Allah Taala. "Kalian semua adalah para penjaga amal dari hambaku. Penjaga amal setiap manusia. Sedangkan Aku adalah Pengintai terhadap diri mereka. Sesungguhnya dengan amalnya itu, dia tidak mengharap pahala dari Ku. melainkan berharap sanjungan dari selain Aku", kata Allah dalam firmanNya. "Atas orang itu laknatMu dan laknat kami", kata para malaikat. "Atas orang itu laknat Allah, laknat kami dan dilaknat oleh tujuh langit dan bumi. Bahkan semua yang ada pada langit dan bumi", demikian semua langit berkata, ikut melaknat.

Wallohu a'lam bishshawwab

Artikel 52

PELAJARAN SANG KELEDAI

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna

menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan

itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.

Renungan:

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Source: Ivan's

Artikel 51

DO’A UNTUK ORANG TUA

Ya Allah,

Rendahkanlah suaruku bagi mereka,

Perindahlah ucapanku di depan mereka

Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan

Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,

Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya

Atas didikan mereka padaku dan pahala yang besar

Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku

Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku

Ya Allah,

Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,

Atau kesusahan yang mereka derita karena aku,

Atau kehilangan sesuatu hak mereka karena perbuatanku

Jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,

Meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka

Dengan perkenan-Mu, ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak

Membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Artikel 50

"Untuk semua ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang mencintai ibunya."

Titip Mamaku Ya Allah ...

"Farah, bangun ... udah azan subuh. Sarapanmu udah mamah siapin di meja ..." Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepada 3 tapi kebiasaaan mama tak pernah berubah. "Mama sayang ... ga usah repot-repot ma, aku dan adik-adikku udah dewasa." Pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya., Ingin ku balas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca ... orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ... tapi entahlah ... niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa, suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaaan mama. Apa yang bikin mama sedih?"

Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, "Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama, kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, mama tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri." Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang ibu ... bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan akan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. Diam-diam aku bermuhasabah ...

Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putera putrinya? Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab " banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada mama. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kalian berperilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kalian menginsyaratkan kebahagiaan disitulah kebahagiaan orang tua." Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang "wanita karir" seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan mamaku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dini hari mama bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh mama ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi ... Ah, maafin kami mama ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat mama lelah ... Sanggupkah aku ya Allah ?

"Farah ... bangun nak, udah azan subuh ... sarapannya udah mama siapin di meja ..." Kali ini aku lompat segera ... kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan "terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakanmu mama ..." Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan ... Cintaku ini milikmu, mama ... Aku masih sangat membutuhkanmu... Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu ...

"Ya Allah, cintai mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama ... dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Titip mamaku ya Allah".

Sumber: oase iman

Artikel 49

Masihkah kita memuliakan Orang Tua?

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tua, ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. hanya kepadaKulah kembalimu. (QS Luqman: 14)

Maha suci Allah dzat yang tak pernah bosan mengurus semua hamba-Nya. yang telah menjadikan amalan memuliakan orang tua (birul walidain) sebagai amalan yang amat dicintai-Nya. Demi Allah, siapapun yang selalu berusaha untuk memuliakan kedua orang tuanya, niscaya akan Ia angkat derajatnya ke tempat paling tinggi di dunia maupun di akhirat.

Alangkah tepat andai firman Allah tersebut kita baca berulang-ulang dan kita renungkan dalam-dalam. Sehingga Allah berkenan mengaruniakan cahaya hidayahnya kepada kita, mengaruniakan kesanggupan untuk mengoreksi diri dan mengaruniakan kesadaran untuk bertanya: "Telah seberapa besarkah kita memuliakan ibu bapak?"

Boleh jadi kita sekarang mulai mengabaikan orang tua kita. Bisa saja saat ini mereka tengah memeras keringat banting tulang mencari uang agar studi kita sukses. sementara kita sendiri mulai malas belajar dan tidak pernah menyesal ketika mendapatkan nilai yang pas-pasan. Bahkan, dalam shalat lima waktunya atau tahajudnya mereka tak pernah lupa menyisipkan doa bagi kebaikan kita anak-anaknya. Tetapi, berapa kalikah dalam sehari semalam kita mendoakannya? Shalat saja kita sering telat dan tidak khusyuk.

Ada seorang perwira tinggi yang sukses dalam kariernya, ternyata memiliki jawaban yang "sederhana" ketika ditanya seseorang, "waktu kecil apakah bapak pernah bercita-cita ingin jadi seorang jenderal?" Pertanyaan itu dijawabnya dengan tegas; 'saya tidak pernah bercita-cita seperti itu, kalaupun ada yang saya dambakan ketika itu, bahkan hingga sekarang, saya hanya ingin membahagiakan kedua orang tua saja!"

Betapa dengan keinginan yang sepintas tampak sederhana, ia memiliki energi yang luar biasa, sehingga mampu menempuh jenjang demi jenjang pendidikan dengan prestasi gemilang. Bahkan ketika mulai masuk dinas ketentaraaanya, ia mampu meraih jenjang demi jenjang dengan gemilang pula, hingga sampai pada pangkat yang disandangnya sekarang. Subhanallah. karena itu, kita jangan sampai mengabaikan amalan yang sangat di sukai Allah ini.

Rasulullah SAW menempatkan ibu "tiga tingkat" di atas bapak dalam hal bakti kita pada keduanya. betapa tidak, sekiranya saja kita menghiotung penderitaan dan pengorbanan mereka untuk kita, sungguh tidak akan terhitung dan tertanggungkan. Seorang ulama mengatakan, "walau kulit kita dikupas hingga terlepas dari tubuh tidak akan pernah bisa menandingi pengorbanan mereka kepada kita."

Berbulan-bulan kita bebani perut ibu, hingga ketika ia miring dan bergerakjadi sulit, karena rasa sakit menahan beban kita di dalam perutnya. Berjalan berat, duduk pun tak enak, tapi ia tak pernah kecewa. Sebaliknya, ia selalu tersenyum.

Begitu pun ketika melahirkan, ibu kita benar-benar dalam keadaan hidupdan mati. Darah berhamburan, keringat bercucuran. Sakit tiada terperi. Namun ia ikhlas! manakala melihat kita si jabang bayi, hilanglah semua penderitaan. senyumpun tersungging, walau tubuh lunglai tatkala mendengar tangisan kita, yang kelak banyak menyusahkannya.

Ingatkah kita ketika masih bayi? kepalanya kita kencingi. badannya kita beraki. Sedang tidurpun kita bangunkan . Kita suruh ia mencuci popok hampir setiap waktu.

Tiba waktu sekolah, orang tua kita harus peras keringat banting tulang, bahkan mau bertebal muka, ngutang ke sana ke sini. "Rutinitas" itu berlangsung bertahun-tahun, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga kita kuliah. Bahkan, setelah menikahpun tetap saja kita menyusahkan dan membebani mereka dengan aneka masalah.

Semua contoh di atas seharusnya menyebabkan kita bisa mengukur diri, apa saja yang kita lakukan untuk keduanya selama ini?betapa sering kita mengiris-iris hatinya. Mulai dari tingkah laku kita yang jauh dari kesopanan, ucapan yang terkadang menyakitkan, hingga perlakuan kita yang sering merendahkan. Yang lebih kurang ajar lagi, kita sering memperlakukan mereka sebagai pembantu. Bahkan ada di antara kita yang malu mempunyai orang tua yang lugu dan sederhana.

Tentu kita terlahir kedunia tidak untuk berlaku rendah seperti itu. Allah dan Rasul-Nya tidak akan pernah ridha melihat kelakuan tersebut. Dari sinilah kita harus berusaha menjaga hubungan baik dengan mereka, karena di sana terbuka pintu surga. Ridho orang tua adalah ridho Allah SWT. Betapapun ada satu dua perlakuan orang tua kita yang kurang berkenan di hati, tapi ingatlah bahwa darang dagingnya mengalir dan melekat di diri kita? makanan yang sehari-hari kita makanpun adalah buah dari tetesan keringatnya. Alangkah lebih baik apabila kita bersabar dan teruslah panjatkan doa. Karena itu, jangan tunda waktu untuk membahagiakan mereka. mohonkanlah maafnya atas segala kesalahan dan kelalaian kita selama ini. karena siapa tahu Allah akan segera menakdirkan perpisahan antara kita dengan mereka untuk selama-lamanya.

Kalau keduanya sudah berada didalam kubur, bagaimana kita bisa mencium tangannya. Kita tidak bisa mempersembahkan bakti apapun kalau mereka sudah terbujur kaku.

jangan enggan untuk menjaga, membela, membahagiakan, memuliakan, menghormati, dan berbuat yang terbaik terhadap keduanya. Jangan lupa untuk selalu mendoakan keduanya agar mendapatkan khusnul khatimah. Mudah-mudahan perjuangan kita yang ikhlas dalam memuliakannya keduanya membuat Allah ridho, sehigga ia berkenan mengangkat derajat mereka berdua dan kita pun menjadi hamba yang berada dalam naungan cahaya ridho-Nya.

Wallahu a'lam bish-shawab

Artikel 48

PEREMPUAN (khususnya untuk para lelaki)

Dia yang diambil dari tulang rusuk

Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.

Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu

Tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu

Dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu

Dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan.

Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki...

tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi....

tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.

Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat

Bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki

Tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya...

Kata-kata yang lembut...

Ungkapan-ungkapan sayang yang sepele...

Namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes

Sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan.

Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai

Dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang...

Seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak

Rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang.

Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya....

Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki......

Itu akan menyita seluruh hidupnya..........

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki

Karena perempuan adalah bagian dari laki-laki...

Apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu

Keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.

Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana....

karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini.

Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga...

Karena kau dan dia adalah satu....

Dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

------ Disadur dari situsnya Dudung Abdussomad Toha

Artikel 47

When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku.

Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu.

Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.

Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.

Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.

Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening:

Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk

menghasilkan banyak uang.

Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.

Ia adalah pegawai sipil.

setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada

waktu yg bersamaan.

Anak kami sedang belajar di luar negeri.

Perkawinan kami kelihatan bahagia.

Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak

kusangka2.

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah.

Aku berdiri di balkon.

dengan Dew yg sedang merangkulku.

Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya.

ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.

Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. "

Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku.

Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu

sukses, akan menjadi sangat menarik bagi par gadis. "

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.

Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku.

Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.

Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa

perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"

Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.

Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku

walaupun kelihatan tidak mungkin.

Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada

istriku.

Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.

Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik.

Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam.

Aku duduk santai didepan TV.

Makan malam segera tersedia.

Lalu kami akan menonton TV sama2.

Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew.

Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg

akan kau lakukan? "

Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara.

Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari

ia.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika

tahu bahwa aku serius.

ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku.

Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha

untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia..

Ia kelihatan sedikit kecurigaan

Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku.

Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita

akan hidup bersama."

Aku mengangguk.

Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.

Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada

sesuatu yg harus kukatakan"

Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara.

Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya.

Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa.

Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.

"aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.

Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara

lembut,"kenapa?"

"Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat

marah.

Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!" .

Pda malam itu, kami sekali saling membisu.

Ia sedang menangis..

Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami.

Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah

dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana

istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.

Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..

Aku merasakan sakit dalam hati.

Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing

dalam hidupku.

Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak

pernah kulihat sebelumnya.

Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.

Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang

sungguh2 telah terjadi ..

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku.

Aku melihat ia sedang menulis sesuatu.

Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku

melihat ia masih menulis.

Aku tertidur kembali.

Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun

dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan

dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.

Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan

pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak

kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu

masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan

kita?

Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku .

Aku mengangguk dan mengiyakan.

"Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan,

yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita.

Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku

keluar dari kamar tidur ke pintu ."

Aku menerima dengan senyum.

Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan

berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku.

Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya.

"Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian

ini," ia mencemooh.

Kata2nya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan

perceraian itu.

kami saling menganggap orang asing.

Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah.

Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali"

Kata2nya membuatku merasa sakit..

Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter

dengan ia dalam lenganku.

Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari

ini,jangan memberitahukan pada anak kita."

Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.

Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah.

Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di

bajunya.

Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita

ini.

Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar.hati2

kalau kamu lewat sana."

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra

seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa

hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku

harus hati2 saat memasak, dll.

Aku mengangguk.

Perasaan kedekatan terasa semakin erat.

Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor

bisa membuatku semakin kuat.

Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya

keluar.

Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok.

Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran".

Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus

itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku

semakin kuat.

Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati.

Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.

Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama

keluar"

Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg

penting .

Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan

erat.

Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik

terakhir.

Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang

duduk ke teras

Tangannya memegangku secara lembut dan alami.

aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan

kami.

Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan

berat.

Anak kami telah kembali ke sekolah.

ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita

tua"

Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari

bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya.

Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah.

Aku menaiki tangga.

Dew membuka pintu.

Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".

Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam".

Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf

padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan

disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan

disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku

membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan

menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"

Dew tiba2 seperti tersadar.

Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan

tangisannya meledak.

Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor

Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket

bunga kesayangan istriku

Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan?

Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita

tua.."

Artikel 46

Saat Ini Adalah Karunia

Di awal tahun ajaran baru, di suatu universitas di USA, CEO Coca Cola,

Brian Dyson, berbicara mengenai hubungan antara pekerjaan dan kewajiban

(komitmen) hidup yang lain.

"Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus

memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola

tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan

kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola

karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.Tetapi

empat bola lainnya *Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit-terbuat dari

gelas.

Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka,

tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan

ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus

memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya. Bagaimana

caranya ?

Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain.

Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita

special.

Jangan tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengacu pada apa yang orang

lain anggap itu penting. Hanya Kita yang mengerti dan dapat merasa "apa

yang terbaik untuk kita".

Jangan mengganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah

padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana

tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.

Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di 'masa lampau' atau

dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup

untuk seluruh waktu hidupmu.

Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan.Tidak ada

yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha. Jangan takut

mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang

merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain. Jangan

takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk

belajar bagaimana menjadi berani.

Jangan berusaha untuk mengunci Cinta memasuki hidupmu dengan berkata :

"tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah

dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan

menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar

cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya "sayap".

Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa

dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita. Jangan

lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk

merasa dihargai.

Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu Pengetahuan adalah harta karun

yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani. Jangan gunakan

waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita

ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu

perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.

Dan akhirnya resapilah :

MASA LALU adalah SEJARAH,

MASA DEPAN merupakan Misteri dan

SAAT INI adalah KARUNIA.

Itulah kenapa dalam bahasa inggris saat ini disebut "The Present".

Artikel 45

Romantis di Mata Laki-Laki

eramuslim - Membicarakan masalah persepsi romantis bagi laki-laki rasanya

seperti membahas sesuatu yang akan membuat orang tersipu-sipu malu.

Persepsi laki-laki dan wanita tentang romantisme ternyata tidak selalu

sama. Bagi laki-laki, romantisme orientasinya adalah tujuan, jadi harus

nyata, bukan simbol. Hal ini dibuktikan dengan romantis bagi suami

memerlukan kedekatan istri secara fisik. Bagi laki-laki kartu ucapan

bertuliskan "I miss you" mungkin kurang romantis. Begitu pula jika ada

pihak ketiga yang ikut nimbrung dalam suatu momen romantis (maksudnya

anak). Lain halnya dengan wanita. Wanita mengasosiasikan romantisme dengan

hal-hal yang berorientasi kepada hubungan yang serasi, penuh cinta kasih,

tidak selalu fisik. Itulah sebabnya seorang wanita menganggap pemberian

bunga, puisi dan rayuan sebagai perilaku romantis.

Kebutuhan akan romantisme sebenarnya ada pada pihak wanita. Wanita

memerlukan semua ritual romantis yang mampu dilakukan laki-laki. Ini

merupakan penjelasan mengapa novel-novel percintaan dan sinetron berbumbu

romantisme selalu laris. Singkatnya kalau para wanita itu memiliki para

suami yang romantis, buat apa mereka berangan-angan mencari romantisme

lewat novel dan sinetron?

Namun bukan berarti laki-laki tidak butuh romantisme. Karena masalahnya

adalah biasanya untuk urusan romantisme, suami melakukan sesuatu atau

memberikan sesuatu kepada istri. Padahal tidak semua laki-laki memiliki

sense of romance yang sama dengan istrinya. Sehingga kemesraan dan

kebahagiaan yang diharapkan sebagai tujuan dari ritual romantis itu tidak

selalu tercapai.

Jika wanita merasa romantis maka ia akan merasa dicintai dan dipuja.

Sedangkan jika laki-laki merasa romantis maka ia akan merasa dicintai dan

gairahnya akan bangkit.

Seorang suami yang merasa mendapatkan perlakuan yang nyaman dari istrinya

akan merasa lebih bahagia dan romantis. Ketika suami melakukan hal-hal

kecil untuk istri, ucapan terimakasih dan wajah yang gembira akan menjadi

kebahagiaan yang manis bagi suami. Penghargaan istri terhadap hal-hal yang

dilakukan suami merupakan hal yang romantis bagi suami.

Ketika seorang istri menyatakan rasa puas dan bahagia atas semua yang

dilakukan suami, maka suami akan merasa sebagai seorang pahlawan yang

menang perang. Ia akan merasa bahagia, romantis dan gagah perkasa dalam

waktu yang bersamaan.

Laki-laki memerlukan waktu-waktu tertentu untuk berkumpul dengan sesama

laki-laki. Pada saat-saat seperti ini laki-laki akan merasa nyaman jika

istrinya memberikan kepercayaan penuh dan tidak usil dengan kehidupan

sosial bersama teman-temannya. Setelah beberapa saat berada dalam

lingkungan maskulin, para suami akan lebih merindukan istri.

Sebagaimana wanita, para laki-laki pun perlu merasa romantisme mereka

dimanjakan oleh para istri. Seorang istri sebaiknya menyambut

isyarat-isyarat gairah suami dengan baik. Jangan sampai ada kesan enggan

apalagi jual mahal. Penolakan sama sekali tidak romantis buat laki-laki.

Terlepas dari semua teori tentang romantisme. Romantis adalah sesuatu yang

dapat dirasakan dan dinikmati bersama. Baik bentuknya merupakan kontak

fisik maupun batin. Adapun Rasulullah SAW yang memanggil Aisyah dengan

panggilan sayang Humairo (Yang berpipi kemerah-merahan). Rasul juga mandi

bersama Aisyah dan saling berebut gayung dengan mesra. Bahkan Rasulullah

SAW begitu melankolis sehingga selalu terkenang-kenang akan Khadijah

almarhumah sehingga kerap mengirim hadiah kepada sahabat-sahabat Khadijah

semasa hidup. Sense of romance Rasulullah sangat tinggi, beliau selalu

memperlakukan para wanita dengan perlakuan terbaik.

Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Safina No. 7 Tahun I, September

2003.

Artikel 44

TEMPAYAN RETAK

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan,

Yang dibawa menyilang pada bahunya.

Satu dari tempayan itu retak,

Sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak.

Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat

Membawa air penuh setelah perjalanan panjang

Dari mata air ke rumah majikannya, Tempayan itu

hanya dapat Membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari.

Si tukang air hanya dapat membawa

Satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.

Tentu saja si tempayan yang tidak retak

Merasa bangga akan prestasinya,

Karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Namun si tempayan retak yang malang itu

Merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya

Dan merasa sedih sebab ia hanya dapat

Memberikan setengah dari porsi yang seharusnya

Dapat diberikannnya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini,

Tempayan retak itu berkata kepada si tukang air,

"Saya sunggh malu pada diri saya sendiri,

dan saya ingin mohon maaf kepadamu."

"Kenapa?" tanya si tukang air,

"Kenapa kamu merasa malu?"

"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini,

membawa setengah porsi air dari yang seharusnya

dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor

sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.

Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi."

Kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak,

Dan dalam belas kasihannya, ia berkata,

"Jika kita kembali ke rumah majikan besok,

aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah

di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit,

Si tempayan retak memperhatikan

Dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah

Di sepanjang sisi jalan,

Dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Namun pada akhir perjalanan,

Ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya

Telah bocor, dan kembali tempayan retak

Itu meminta maaf pada si tukang air atas

kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu,

"Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga

di sepanjang jalan si sisimu

tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan

di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu

Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu

Dan aku memanfaatkannya.

Aku telah menanam benih-benih bunga

Di sepanjang jalan di sisimu,

Dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air,

Kamu mengairi benih-benih itu.

Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga

Indah itu untuk menghias meja majikan kita.

Tanpa kamu sebagaimana kamu ada,

Majikan kita tak akan dapat menghias

Rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki

Cacad dan kekurangan kita sendiri.

Kita semua adalah tempayan retak.

Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan

kekurangan kita

Untuk menghias-Nya.

Di mata Tuhan yang bijaksana,

Tak ada yang terbuang percuma.

Jangan takut akan kekuranganmu.

Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun

Dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.

Ketahuilah, di dalam kelemahan kita,

Kita menemukan kekuatan kita.

Artikel 43

Duhai Suamiku...

Karya : Abu Aufa

Duhai suamiku...

Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa

engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi

pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan

sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan

cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu

menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah

menjadi ketegangan.

Suamiku.....

Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak

kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di

rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu.

Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu.

Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah

dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga

engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah

Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita

berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan

baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka

bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai

sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan

yang banyak." [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah

Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun

berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah

mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik

(pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau

melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan

beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki)

pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu

kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia

sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang

sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa

hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah

sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan

pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah

sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu.

Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku,

padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan

orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang

mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan

kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat

aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang

terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku.

Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa

Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang,

"Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan,

dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a.

pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang

bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu

mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia

tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya."

Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan,

mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai

istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah,

sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah

kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar

terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa

Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah

bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang

tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun

menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan

memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah

engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu

'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar

terhadap istri-istrinya.

Duhai Suamiku...

Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari

Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan

yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang

berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah

bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat

akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya.

Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika

menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta

orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya." [HR

Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah

satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku

adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu

yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau

sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan

kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat

menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang

ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya?

Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik

putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Wahai Allah,

Engkau-lah saksi ikatan hati ini...

Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,

jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah

kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak

melebihi cintaku kepada-Mu,

hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,

jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada

hati-Mu. Jika ia rindu,

jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan

daripada kerinduannya terhadapku,

jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan

kerinduannya terhadap surga-Mu.

Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku

kepada-Mu,

ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih

kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,

Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun

dalam cinta pada-Mu,

telah berjumpa pada taat pada-Mu,

telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,

telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.

Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini

dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.

Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan

kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal alamin.

Artikel 42

Untuk Para Akhwat.... mari kita Aminkan Doa ini.......

Untuk Para Ikhwan.... Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....

"Peringatan Rasulullah: "Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah." (HR. Thabrani). "

Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: "Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA." (HR Ahmad) "

-- M. Fauzil Adhim

****************************

A Prayer

Tuhanku...

Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku

Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau

Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting

Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau

dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku

Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi

Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,

sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya

Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya

Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya

Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...

Aku juga meminta,

Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga

Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu

Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya

Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya

Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,

mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:

"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat

Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin....

Artikel 41

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan

yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang

mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku

yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

Artikel 40

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa

menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli !

Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah

terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda

sayangi:

KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang

tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir

dihadapannya lewat surat,telepon, foto atau faks.

Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat

berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara

lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas

kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai

pembawa kebahagian.

NB.: pantes ya.. setiap kali hari raya keagamaan,

orang selalu berbondong-bondong mudik...

MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab,

kebanyakan orang lebih

suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama

diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia

amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.

Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan

perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung

kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan

hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda

dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap

utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu

menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia

menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan

yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi

atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan

terdengar manis baginya.

D I A M

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan.

Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau

membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam

juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang

karena memberinya \" ruang\". Terlebih jika sehari-hari

kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,

mengkritik bahkan mengomeli.

KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak

penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang

bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang

jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan

adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan

bukanlah, \"Kau bebas berbuat semaumu.\" Lebih dalam

dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya

kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala

hal yang ia putuskan atau lakukan

KEINDAHAN

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi

tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ?

(eh..)Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado

lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap

hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun

bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan

bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan

yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif

terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita

sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya

dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba

hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan

tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu

terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal

yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula,

pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima

kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah

kado cinta yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.

Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya

Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta atau persaudaraan

dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan

itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap

memberikan kado \" kesediaan mengalah\". Okelah, Anda

mungkin kesal atau marah karena dia telat datang

memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali

itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang

berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat

melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari

bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.

SENYUMAN

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.

Senyuman,terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa

menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat

dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan

obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan

isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling

kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman

manis pada orang yang dikasihi ?

( Buat renungan lagi, apakah selama ini ukhuwah kita hanya sampai pada fase ta'aruf ?, atau sudah kah kita sampai ke puncak fase ukhuwah, yaitu itsar, atau bahkan kita belum sampai ke fase paling bawah dalam ukhuwah, shalamatush shadr ( lapang dada) wallahu a'lam )

Artikel 39

"Aduhh."

Kosakata itu sudah menggema beberapa kali pagi. Saya bisa memastikan ia pasti tengah mendekap bayi mungilnya dengan wajah keruh. Pasalnya menurut saya sepele. Adek bayinya digigit nyamuk lagi dan bekasnya menjadi titik merah yang ukurannya kecil saja. Tapi baginya tidak demikian. Ia sungguh tidak rela. Dan ekspresinya terjelmakan dengan marah-marah.

Maka malam-malamnya adalah waspada. Demi menyelamatkan bayi yang umurnya masih bisa dihitung dengan bilangan jari di tangan, maka ia rela melewatkan tidurnya untuk meronda. Ia sudah melakukan banyak cara. Kemarin sebuah kelambu ukuran besar menjadi aksesori kamar. Malam sebelumnya ia telah memproteksi si kecil dengan sarung tangan, sarung kaki dan memakaikan topi. Tapi tetap saja, bekas merah itu dijumpainya lagi pagi ini.

Maka sayapun menyeringai mendengar keluhan panjangnya. Apa lagi yang akan dilakukannya nanti malam, pikir saya.

Dan malam itu, ia terlihat lain. Dengan kostum tidur yang sungguh ?seksi ? ia berbaring di sebelah bayi mungilnya yang tengah terlelap. Saya bukan terpesona dengan kostum tidurnya yang menyeramkan. Saya hanya terpesona dengan jawaban atas pertanyaan saya kenapa ia memakai kostum demikian padahal ia bisa saja masuk angin.

"Umminya masuk angin ga pa pa asal adek selamat, biar tubuh umminya saja yang digigit nyamuk," jawabnya kalem.

Duh, hati saya hening. Mencerna. Demikian mempesona ikhtiar seorang bunda. Padahal ia baru menyandang gelar itu beberapa hari yang lalu.

***

Sahabat, saya yakin pesona bunda telah seringkali menyapa dan menjumpaimu setiap saat. Bisa jadi lewat doa, rengkuhan, kecupan, senyuman bahkan menu makanan yang terhidang. Lalu pernahkah kita membuat ibunda terpesona? Hmmm...

Sebagian merasa hidup ini tidak akan pernah mencapai maknanya tanpa kehadiran seorangpun teman. Teman adalah orang-orang yang dicintainya dan yang mencintainya pula

Orang-orang yang dengan keluasan hati menerima dirinya apa adanya, tanpa bumbu dan banyak cela.

Menyayangi teman, sama sekali bukan berarti menafikan kecintaan kepada yang lain

Kecintaan kepada keluarga, kepada diri sendiri, sebab tiap-tiap jendela cinta memiliki ruangan tersendiri di hati yang tidak akan mampu disamakan dengan cinta-cinta lain

Yang kesemuanya tidak saling berhimpit tidak pula bersinggungan. Namun tiap-tiap kecintaan mengisi bilik-bilik hati yang berbeda-beda. Kesemua cinta hendaknya merupakan suatu refleksi cinta kepada Allah SWT. Suatu pendaran keemasan dari keimanan, desiran sejuk angin kerinduan, dan deburan tegar ombak keistiqomahan.

Teman...........,

bagiku kata itu adalah ungkapan kerinduan dan sejuta harapan. Harapan untuk dapat saling menegur dan meneguhkan. Membuang jauh-jauh kata perbedaan dan mencoba untuk mengawali segalanya dari kesamaan. Pada kata itu kutemukan hakikat hidup dan kehidupan, karena bersamanya aku menahan derita dan sengsara, gundah dan gulana, namun begitu manis terasa segala kerutan layar perjuangan karena Allah lah yang telah membuatnya.

Teman...........,

bertemankan jiwa-jiwa yang ber-izzah mulia dan ghiroh menggelora, dengan segidang ide dan idealisme yang Robbani. Meniti jembatan yang sama, dengan tekad yang serupa dan seragam kebesaran jiwa. Bukan untuk sekedar menghabiskan sisa minuman kehidupan dunia, tapi hidup untuk sebuah cita yang takkan pernah kandas sia-sia. Pantas saja jika Rosululloh mewasiatkan agar kita menjadikan mereka yang sholeh sebagai teman kepercayaan.

Ah teman..............,

harus kita terima bahwa berteman bukan berarti untuk selalu bersama secara harfiah

Suatu saat pasti kita akan terpisah pula. Menempati lini-lini berbeda di setiap sudut kehidupan, agar setiap insan dapat tersentuh cahayaNya

Teringat serangkaian syair milik Munsyid Saujana ini kusuntingkan untukmu :

Sedingin embunan dedaun kehijauan, sesegar ingatan kenangan kisah silam

Kita seiring bersatu dan berjuang, meniti titian persahabatan

Kau hadir bawa cahaya, terangi hatiku teman

Saling memerlukan dan mengharapkan

Tangis gembira saat bahagia, moga kan kekal menuju Syurga

Kerana Tuhan kita ditemukan, andai terpisah, itu ketentuan

Sengketa dan kesilapan itulah fitrahnya insan

Kata dan teguran itulah pedoman

Artikel 38

Bunda adalah kejora,

Karena setiap geriknya benderang sayang

Bunda adalah bunga

Selalu berseri, berwarna dan mempesona

Bunda adalah surga

Helai nafasnya tidak hanya cinta tapi juga doa

Dalam semesta,

Tak ada yang lebih kemilau menyala

Kecuali bunda

(Bunda, mahabbah12)

[http://www.smileyworld.com/toolbar/images/21_54029Heart%20Shaped%20Baloon.gif]

eramuslim - Bogor suatu hari.

Hari masih belia. Udara sejuk jelas terasa. Dan sesosok ibu tengah berjongkok di depan putri kecilnya yang terus saja menangis. Ada banyak rengkuhan yang dipersembahkan, dan saya yakin hangatnya mengalahkan sinar mentari yang bersinar saat itu. Si kecil terdiam, bola matanya merajuk sang bunda. Mulut mungilnya mengerucut sesaat.

"Ma, adek takuuttt..." perlahan suaranya terdengar samar, ia hampir berbisik di pendengaran.

"Ooh, adek takut ya, nanti mama bilang sama bu guru supaya nemenin adek," binar itu menelaga. Tangan bunda membelai lagi punggung itu, sebelum merapikan topi dan dasi yang sejak dari tadi sudah rapi. Ia akan berdiri namun urung.

"Mama kasih sun dulu deh..." dua buah kecupan segera singgah di pipi si kecil. Barulah ia berdiri, menggenggam erat tangan itu dan beranjak menuju gerombolan anak-anak seusianya.

"Nah, sebelum ketemu bu guru sekarang adek berbaris dulu yah, mama di sini ngeliatin adek," titah bunda terdengar membujuk. Si kecil nampak ragu, namun ketika dilihatnya bundanya berdiri tak jauh darinya, ia menurut. Sesekali si kecil berpaling mencari bundanya, dan selalu binar yang menelaga yang dijumpainya. Bahkan terakhir bundanya mempersembahkan sun jauh ke arahnya. Si kecil tersenyum dan membalas sun jauh itu lebih mesra. Subhanallah. Saya yang sejak tadi memperhatikan keduanya mengagungkan nama Allah secara spontan. Sang ibu menoleh ke arah saya.

"Wah bu, pake kiss bye segala," Saya tersenyum ke arahnya dan mendekatinya. Dan seketika semburat merah itu nampak.

"Eh..eh kirain ngga ada yang merhatiin, jadi malu"

"Iya tuh, anak saya apa-apa minta di sun. Kalo udah ada sun dari mamanya dia biasanya tenang dan nurut," tambahnya ringan. Saya mengangguk-angguk dan melihat si kecil itu. Dan benar saja ia tak lagi terlihat gelisah. Bahkan untuk selanjutnya ia seperti larut dalam keceriaan anak-anak seusianya.

Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah. Kebetulan saya disuruh kakak untuk menunggu keponakan yang baru naik ke kelas dua SD karena ia sendiri harus mengantarkan anak bungsunya yang baru masuk TK. Maka sayapun melahap banyak kejora ibunda.. Seperti kisah seorang ibu yang membujuk anaknya yang baru masuk kelas satu dengan kiss bye tadi.

Saat itu, ingatan ini hinggap pada Aufa, keponakan saya yang baru berusia satu setengah tahun. Entah kenapa ia juga berlaku seperti si kecil tadi. Aufa akan merasa nyaman ketikan kecupan sang ummi menjumpainya. Ketika kepalanya terbentur, maka tangisannya berhenti saat kecupan sayang bundanya singgah di bekas benturan. Ketika tangannya gatal-gatal, amukannya segera surut kala sun cinta ibunda melekat di tangannya. Bahkan jeritan Aufa bisa langsung pupus, ketika iming-iming kecupan bunda didengarnya, padahal saya tengah menggodanya tanpa ampun.

Ah, adapakah dengan kecupan ibunda. Kesayangankah? Ketulusankah? Kekuatankah? Kedamaiankah? Surgakah?

Apapun, itu adalah pesona.

Artikel 37

Melembutnya Hati yang Membatu

Posted by: admin on Wednesday, January 21, 2004 - 12:00 AM

Tarbiyah Islamiyah "Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang

membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (QS 39:22)

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (saling menjelaskan ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang memilih jalan sesat, maka tidak ada seorangpun memberi petunjuk baginya." (QS 39:23)

"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan." (QS 2:60)

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut

kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (QS 2:74)

Saudaraku yang dikasihi Allah, sesungguhnya sifat batu adalah keras, walaupun demikian dapat dihancurkan sampai menjadi partikel yang sangat halus. Apabila batu telah berubah menjadi partikel lembut maka akan dapat digunakan sebagai bahan perekat dalam bangunan. Batu berubah menjadi lembut dapat terjadi dalam waktu singkat, yaitu dengan menggunakan benturan benda keras, misalnya dalam

contoh kisah Musa dengan tongkat, dan disela-sela batu yang dipukul itu memancarlah sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh kehidupan manusia, sesuai dengan tugasnya selaku kholifah Allah:

"Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". (QS 2:30)

Disamping itu, berubahnya batu yang keras menjadi partikel lembut dapat pula terjadi dalam waktu yang lama, yaitu dengan diberi tetesan air secara terus menerus. Demikianlah ibarat kekerasan hati manusia yang membatu.

Perlakuan benturan benda keras maupun tetesan air yang terus menerus tersebut pada prinsipnya untuk mengajar si nafsu tunduk sehingga hati menjadi lembut.

Hati yang membatu sangat sulit menerima sentuhan halus Ilaahiyah. Buktinya apabila dibacakan ayat-ayat Al Qur'an tidak dapat tersentuh sehingga tidak ada getaran-getaran yang membahana di setiap relung hatinya (sebagaimana pada

QS 39:23). Hati yang keras berbeda dengan hati yang lembut (QS 39:22). Hati yang lembut mudah sekali disentuh ayat-ayat Al Qur'an antara lain begitu mendengar adzan bergema bergegas untuk sholat dan apabila dibacakan ayat-ayat Al Qur'an maka di dalam hatinya dirasakan ada sesuatu yang mudah menyentuh sehingga mudah menangis. Dia menangis karena merasakan betapa rahmannya Allah kepadanya dan sampai kehabisan kata-kata untuk berucap terimakasih, mengingat dirinya yang masih penuh dosa-dosa tetapi kasih sayang

Allah itu terus menjamah kepada dirinya.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal." (QS 8:2).

Harum semerbak bunga melati di taman puri

Dijadikan hiasan mahkota mempelai putri

Tanda/lambang kesucian dan kelembutan hati

Lembutnya hati bila berhiaskan Asma Ilaahi

Lembut tampaknya buih dihempas ombak

Terpukau mata seakan kabut yang berarak

Padahal buih sisa hempasan perasaan riak-riak

Banyak manusia seakan dirinya berakhlaq

Padahal hatinya senantiasa memberontak

Akui berhati lembut, ternyata keras berpijak.

Baru disadari ternyata diri banyak tertipu

Menyangka hati telah lembut

Menyangka diri telah beriman

Menyangka diri telah berbuat baik

Menyangka dan menyangka

Yang selalu diulang dan menjadi bayangan diri

Bukankah ini khayalan yang pasti?

Kini... terlihat batu telah berada dalam suatu proses

Ternyata batu yang keras bukan saja dapat dipecahkan

Melainkan dapat pula dihaluskan laksana tepung

Ternyata disini pulalah letak ketinggian mutunya karena telah berubah fungsi selaku penghalus dan pengokoh suatu bangunan.

Oh... inikah maksud pelajaran dari melembutnya sebongkah batu

Tertunduk wajah menyimpan rasa malu

Seulas cibiran menukik di diri sambil berkata.....

Batu yang keras saja ternyata sabar memproses diri

Lalu bagaimana diri ini: "HATI" hakikatnya

Telah tercipta dalam kondisi lembut

Tak mampu berproses menuju kelembutan

Mengapa diri tak merasa malu dengan kekerasan hati

Bukannya hati yang mengeras.... tetapi nafsulah yang menjadikan hati tampil mengeras

Sehingga tak mampu hati tersentuh kelembutan Ilaahi

Sehingga tak mampu hati menangkap isyarat berhikmah

Sehingga tak mampu hati bergetar dan menangis,

Bila diingatkan dan disentuh ayat-ayat Al Qur'an.

Oh alangkah keras dan membatunya hati...

Saudaraku yang dikasihi Allah, berdasarkan rangkaian dan untaian kata bermakna di atas, maka diri yang senantiasa bertafakur kepada Allah dapat mengenal dan mengetahui tingkat kekerasan hati pada setiap saat tertentu, karena tolok ukur yang digunakan telah disediakan yaitu: tersentuhnya hati apabila dikumandangkan ayat-ayat Al Qur'an. Tersentuhnya hati oleh ayat-ayat Al Qur'an sifatnya otomatis dan tidak dapat dibuat-buat. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa pertolongan

dan petunjuk Allah mustahil hati yang keras itu dapat berubah menjadi lembut. Namun Allah-pun tidak akan membukakan si manusia itu tanpa ada upaya si manusia itu sendiri untuk membuka hatinya. Disinilah bukti bahwa Allah menjamin

penuh kebebasan manusia untuk menentukan sikap terhadap kekerasan hati yang dimilikinya.

Suatu hal yang perlu disadari bahwa selamanya hati tak akan berfungsi bila tali rasa rusak dan mati.

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS 57:16)

Wahai Allah wahai Rabbi Dzat pendidik kami

Kerasnya hati kami, tak pernah kau membenci

Engkau tersenyum melihat tingkah polah kami

Laksana seorang ibu selalu sabar menjagai

Rahmat terus kau beri agar tersadar diri ini

Sungguh kami adalah hamba yang tak pandai mensyukuri

Wahai Allah wahai Rabbi tempat kami mengadu

Selangkah demi selangkah kami tinggalkan nafsu

Agar mencair hati yang selama ini keras membatu

Baru kami mengerti betapa pemurahnya sifat-Mu

Kami yang selama ini acuh dengan sabar kau tunggu

Oh ternyata kami adalah hamba yang tak mau tahu

Wahai Allah wahai Rabbi sumber segala bahagia

Banyak sudah hidup kami yang tersia-sia

Tanpa kami sadari kelak berakhir petaka

Karena terlena pada keindahan fatamorgana

Mohon kiranya agar waktu yang masih tersisa

Untuk berbakti dan bersyukur selaku hamba.

(Jenny Ernawati | PIP PKS-ANZ | pks-anz.org)

Artikel 36

Surat Sayangku Dari ALLAH SWT

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan

berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun

hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur

kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi

dalam hidupmu hari ini atau kemarin ......

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan

diri untuk pergi bekerja .......

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU

tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti

dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk .........

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama

lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU

Melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir

engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari

ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk

mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU

menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua

kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk

mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang

sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk

berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak

menundukkan kepalamu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan

melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut

namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU

berikan, tetapi engkau tidak melakukannya .......

masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan

berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang

kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang

harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,

engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,

tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg

ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat

engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi

kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.

Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau

melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa

sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu

hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.

AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar

terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap

hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau

syukur dari hatimu.

Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan

kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau

akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ........

Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ...... tak juga

kau menyapaKU.

Subuh ........ Dzuhur ....... Ashyar ..........

Magrib ......... Isya

dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....

tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa,

tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud

kepadaKU ..........

Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU?????

Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU

relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang

KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat

kepadaKU ............!!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap

berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon

perlindungan KU, bersujud menghadap KU ...... Yang

selalu menyertaimu setiap saat ........

Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk

mengirimkan surat ini kepada orang lain yang kita

sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala

apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya

hanya dari ALLAH semata

Artikel 35

Lapangnya Dada

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang datang ke rumah seorang kakek yang bijaksana.Pemuda tersebut merasakan hatinya sering gelisah, panik, stress, dan mudah tersinggung sehingga hal itu menyebabkannya selalu berada dalam medan konflik. Untuk itulah ia datang untuk meminta nasehat sang kakek.

Kakek itu pun dengan sangat antusias menerima dan mempersilahkannya untuk masuk.

Kemudian pemuda itu menceritakan seluruh keluh kesahnya.

Sementara sang kakek mendengarkan dengan seksama. Setelah selesai, kakek itu masuk ke dalam rumah kemudian keluar dengan membawa segelas air putih.

"Silahkan diminum" kata sang kakek. Betapa terkejutnya pemuda itu

ketika ia meminum air yang dihidangkan oleh kakek itu.

"Ah... air apa ini kek? Kenapa rasanya asin sekali. Aku belum pernah minum air se-asin ini".

Sang kakek hanya tersenyum, kemudian mengajak pemuda tersebut ke halaman belakang rumahnya yang luas. Disana terdapat sebuah danau kecil yang airnya bening bersih.

Terlihat pula seekor angsa berenang kian kemari. Sang kakek kemudian mendekati pinggir danau dan menaburkan segenggam garam ke seluruh danau sambil menyuruh pemuda itu minum air danau.

Tentu saja pemuda itu merasakan air danau yang segar, sejuk dan jernih. Sang kakek berkata, "Perumpaan gelas dan danau ini adalah seperti hati kita, dan garam sebagai permasalahannya. Terkadang bukan banyaknya masalah yang membuat hati resah, gelisah, dan lainnya.

Tetapi karena kita tidak pandai melapangkan dada kita.

Segenggam garam ternyata jadi sangat asin dan tidak enak apabila

ditaruh pada segelas air. Namun segenggam garam tidak berarti apa-apa apabila kita memiliki hati seluas danau Atau lebih luas dari itu".

Cerita diatas sangat menarik untuk disimak dan diresapi karena begitu mudahnya penyakit hati tumbuh berkembang di hati kita.

Beratnya masalah tidak mempengaruhi kesehatan hati kalau kita bisa berlapang dada. Orang-orang yang sempit dada (hati), pasti akan merasakan hidup ini sumpek dan berat.

Hati adalah hal yang paling penting dari diri manusia. Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah, Hati adalah raja, dan anggota tubuh lain prajuritnya. Bahkan diterima atau tidaknya amal seorang anak manusia, tergantung dari hatinya.

Allah mengingatkan kita mengenai pentingnya mengelola hati dengan menyuruh kita untuk tidak bersu'udzon karena sebagian darinya adalah dusta.

Kita juga diperintah untuk mencari tahu (tajassus), serta selalu mengkonfirmasi setiap berita yang masuk ke kepala kita.

Rasulullah-pun mengingatkan bahwa di dalam diri manusia ada segumpal daging yang kalau baik daging itu maka baik pula seluruh tubuh dan apabila jahat (jelek) maka jelek pula seluruh tubuh. Segumpal daging itu adalah hati.

Kadang rasanya berat sekali untuk melapangkan dada ini ketika dikecewakan dan disakiti oleh orang lain. Bahkan persoalan kecilpun akhirnya menjadi besar karena sempitnya hati ini. Hati yang sempit selalu membuat diri ini tidak mampu menerima kebenaran.

Dalam konsep Zeromind Process (Ary Ginanjar, ESQ) kita diingatkan untuk selalu kembali ke fitrah atau hati nurani (Zeromind) sebelum melakukan dan memutuskan apapun.

Hal-hal yang biasanya menghambat dalam melapangkan dada diantaranya adalah: prasangka negatif, pengaruh prinsip hidup, pengaruh pengalaman, pengaruh pembanding, pengaruh kepentingan dan prioritas, pengaruh sudut pandang, dan pengaruh literatur.

Wallahu'alam bishshowa

Artikel 34

KUNCI HIDUP SUKSES

- KH. Abdullah Gymnastiar -

"Jika Allah menolong kamu,

maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu..."

(Q. S Ali Imran (3) : 160)

Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan.

Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri. Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat